Udang Vaname, udang ekspor terbanyak di Indonesia | Vannamei Shrimp, the largest export shrimp

16 Mar 2022 14:06:25 | Dilihat 1482 kali
Udang menjadi salah satu komoditas perikanan di Indonesia yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Indonesia sendiri menempati urutan ketiga sebagai negara pengekspor udang terbesar di dunia setelah Thailand dan India. Jenis udang yang dibudidayakan seperti udang windu, udang vaname, dan jenis udang lainnya.

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) menjadi udang unggulan ekspor di Indonesia. Udang vaname menjadi primadona pasar ekspor karena memiliki nilai gizi lebih tinggi dibandingkan jenis udang lainnya. Para petambak banyak memilih udang vaname untuk dibudidaya karena  memiliki karakteristik seperti mampu hidup pada salinitas yang luas, mampu beradaptasi pada suhu yang rendah, dan memiliki tingkat kelangsungan hidup yang tinggi.

Menurut Kementrian Kelautan dan Perikanan Indonesia (KKP, 2020), budidaya udang vaname saat ini merupakan andalan sektor perikanan budidaya dan prioritas pengembangan akuakultur di Indonesia pada perekonomian nasional. Dalam periode 2012- 2018 kontribusi nilai ekspor udang terhadap nilai ekspor perikanan Indonesia rata-rata mencapai 36,27 % (BPS, 2019). Hal ini menandakan bahwa komoditas udang memiliki peranan yang signifikan terhadap kinerja ekspor perikanan di Indonesia. 

Pada tahun 2020, volume hasil ekspor perikanan mencapai 1.26 miliar kilogram (kg) dengan nilai US$ 5,2 miliar.  Udang menjadi komoditas dengan jumlah ekspor terbanyak yaitu 239,28 juta kilogram dengan nilai US$ 2,04 miliar. Pada tahun 2020 produksi budidaya udang di Indonesia mencapai 911,2 ribu ton, udang juga memberikan kontribusi terhadap total volume ekspor hasil perikanan sebesar 18,95%.

Selain secara nasional, produksi udang vaname juga ditargetkan tembus 2 juta ton pada tahun 2024 yang sebagian untuk diekspor. Untuk mewujudkan target tersebut Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong program terobosan untuk menggenjot produktivitas budidaya udang. Untuk mencapai target tersebut tentunya harus didukung dari berbagai aspek, salah satunya adalah pemanfaatan teknologi digital. Pemanfaatan teknologi digital atau lebih dikenal dengan nama Industri 4.0. 

Selain pemanfaatan inovasi teknologi akuakultur 4.0, serta pengembangan tambak udang di berbagai daerah di Indonesia, salah satu program yang sedang giat dilakukan dalam mewujudkan produktivitas udang vaname yaitu dengan terobosan Millennial Shrimp Farming (MSF) atau generasi milenial bertambak udang. Program ini dilaksanakan sebagai upaya pemerintah untuk melibatkan kaum milenial untuk mencoba mengembangkan budidaya udang. 

Nanobubble meningkatkan produktivitas udang vaname
Kandungan oksigen yang tinggi dalam tambak/kolam udang akan mendukung keberlangsungan budidaya di bidang akuakultur khususnya pada budidaya udang. Nanobubble dapat mensuplai kebutuhan oksigen pada udang, sehingga udang akan lebih sehat dan tumbuh lebih cepat. Teknologi nanobubble juga terbukti meningkatkan produktivitas udang dengan tingkat padat tebar yang tinggi serta survival rate yang tinggi. (Baca juga : Meningkatkan Produktivitas Tambak Udang Vaname dengan Teknologi Nanobubble)

Penulis : Afridha Setia Jayanti
Editor : Zakia Dwi Puspa R


English Version
 
Vannamei Shrimp, become the largest export shrimp in Indonesia
                                                             
Shrimp is one of the fishery commodities in Indonesia that has great opportunities to be developed. Indonesia itself ranks third as the largest shrimp exporting country in the world after Thailand and India. Types of shrimp that are cultured such as tiger shrimp, vannamei shrimp, and other types of shrimp.

Vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) is the leading export shrimp in Indonesia. Vannamei shrimp is the prima donna of the export market because it has a higher nutritional value than other types of shrimp. Many farmers choose vannamei shrimp for culture because it has characteristics such as being able to live in a wide salinity, being able to adapt to low temperatures, and having a high survival rate.

According to the Indonesian Ministry of Maritime Affairs and Fisheries (KKP, 2020), vaname shrimp culture is currently the mainstay of the aquaculture sector and a priority for the development of aquaculture in Indonesia in the national economy. In the 2012-2018 period, the contribution of the value of shrimp exports to the value of Indonesian fisheries exports reached an average of 36.27% (BPS, 2019). This indicates that the shrimp commodity has a significant role in the performance of fishery exports in Indonesia.

In 2020, the volume of fishery exports will reach 1.26 billion kilograms (kg) with a value of US$ 5.2 billion. Shrimp became the commodity with the highest number of exports, namely 239.28 million kilograms with a value of US$ 2.04 billion. In 2020, shrimp culture production in Indonesia reached 911.2 thousand tons, shrimp also contributed to the total export volume of fishery products by 18.95%.

In addition to nationally, vannamei shrimp production is also targeted to reach 2 million tons by 2024, part of which is for export. To realize this target, the Directorate General of Aquaculture (DJPB) and the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries (KKP) are pushing for a breakthrough program to boost shrimp farming productivity. To achieve this target, of course, it must be supported from various aspects, one of which is the use of digital technology. Utilization of digital technology or better known as Industry 4.0.

In addition to the use of aquaculture technology innovation 4.0, as well as the development of shrimp ponds in various regions in Indonesia, one of the programs that are being actively carried out in realizing the productivity of vannamei shrimp is the Millennial Shrimp Farming (MSF) breakthrough or the millennial generation of shrimp farming. This program is implemented as a government action to involve millennials in trying to develop shrimp farming.

Nanobubble increases vannamei shrimp productivity
The high oxygen content in shrimp ponds/ponds will support the sustainability of aquaculture cultivation, especially in shrimp farming. Nanobubble can supply the oxygen needs of the shrimp so that the shrimp will be healthier and grow faster. Nanobubble technology has also been shown to increase shrimp productivity with a high stocking density and high survival rate.

Writer : Afridha Setia Jayanti
Editor : Zakia Dwi Puspa R


Sumber/Sources :
[1] Direktorat Usaha dan Investasi, Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Dan Perikanan Kementerian KElautan dan Perikanan. 2019. Peluang Usaha dan Investasi Udang Vaname.
[2] Balai Perikanan Budidaya Air Payau Situbondo. 2021. Budidaya Udang Vaname di Tambak Millenial (MSF).  
[3] Produksi Udang Vaname ditargetkan 2 juta Ton pada Tahun 2024 https://katadata.co.id/maesaroh/berita/61af151e26b18/produksi-udang-indonesia-ditargetkan-tembus-2-juta-ton-di-2024, diakses pada tanggal 14 Februari 2022.