Tambak Butuh Pawang Hujan ???

23 Mar 2022 15:07:50 | Dilihat 276 kali
Baru - baru ini  telah dilaksanakan event besar MOTO GP 2022 di  Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Wahh keren kan? Tetapi pada saat perhelatan MOTO GP berlangsung, terjadi hujan deras yang menyebabkan perhelatan berhenti, karena jika dilanjutkan akan sangat membahayakan, terutama untuk para pembalap di Sirkuit. Ada yang menarik pada saat hujan turun di Sirkuit Mandalika, yaitu hadirnya pawang hujan bernama Rara Istiati Wulandari atau dikenal dengan Mbak Rara. Mbak Rara menjadi pusat perhatian karena berkeliling melakukan ritual untuk menghentikan hujan atau memindahkan hujan. Lalu, apa hubungannya jika ini terjadi pada tambak udang?

Indonesia adalah negara tropis yang memiliki curah hujan tinggi. Turunnya hujan menjadi berkah bagi banyak orang tetapi membuat kekhawatiran bagi para petambak udang. Karena hujan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas air tambak yaitu salinitas, pH, suhu dan Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen). Jadi, apa saja sih yang terjadi di tambak jika hujan?
 
1. Turunnya Kadar Salinitas
Hujan mengakibatkan pengenceran air di tambak sehingga membuat kadar salinitas air tambak menurun. Salinitas yang disarankan untuk budidaya udang atau ikan salin yaitu sebesar 26-32 ppt. 
 
2. Nilai pH Air Tambak menurun
Derajat keasaman (pH) air tambak akan menurun jika terjadi hujan, hal ini terjadi karena hujan bersifat asam dan pengenceran air tambak. pH sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang juga ikan.  pH terlalu rendah atau asam menyebabkan toksisitas dalam air meningkat yang membahayakan kehidupan. pH yang disarankan untuk tambak yaitu berkisar antara 7.5 - 8.5.
 
3. Penurunan Suhu
Hujan dapat menurunkan suhu air di tambak karena air hujan memiliki suhu yang rendah. Udang atau ikan merupakan hewan poikiloterm dimana suhu tubuhnya mengikuti suhu lingkungan. Proses metabolisme akan terhambat dan nafsu makan berkurang jika suhu air terlalu rendah. Suhu yang baik untuk budidaya adalah 28-30˚ C. Penurunan suhu juga dapat mengakibatkan Turn Over atau pembalikan massa air dan menyebabkan kematian massal.
 
4. Menurunnya Kadar Oksigen Terlarut (Dissolved Oxygen)
Kadar oksigen terlarut dapat menurun jika terjadi hujan karena adanya Turn Over yang mengakibatkan naiknya bahan organik. DO dapat diperoleh dari sistem aerasi seperti kincir, jet bubble dan aerator modern nanobubble. Nilai DO kurang dapat menyebabkan toksisitas air dan kematian massal. DO di kolam disarankan ≥ 4 ppm.

Pencegahan yang dapat dilakukan oleh Petambak jika terjadi hujan :
  1. Menjaga kandungan oksigen lebih tinggi dibanding biasanya. Hal ini dapat dilakukan dengan pemasangan aerator modern nanobubble.
  2. Melakukan pengecekan kualitas air tambak.
  3. Mengeluarkan air hujan dengan sistem pembuangan atas.
  4. Tidak memberikan pakan pada saat hujan turun.
  5. Memberikan kapur dengan kadar 10 kg / 100 m2 untuk mengurangi penurunan pH saat hujan, kapur dapat diberikan  pada sepanjang tepi dari kolam sebelum turunnya hujan. (Baca juga: Udang Vaname jadi Udang Ekspor terbanyak di Indonesia)
Penulis : Ayuniar Puteri

Sumber :
[1] Mau Nonton MotoGP 2022? Ini Dia 5 Fakta Menarik Seputar Sirkuit Mandalika! https://www.indonesia.travel/id/id/ide-liburan/mau-nonton-motogp-2022-ini-dia-5-fakta-menarik-seputar-sirkuit-mandalika?cid=SEM22B:SRC:GOS:TXT:ID:AW:TDISMDL, Diakses pada 23 Maret 2022.
[2] Nurjanah, P. (2018). Analisis Pengaruh Curah Hujan Terhadap Kualitas Air Parameter Mikrobiologi dan Status Mutu Air di Sungai Code, Yogyakarta.
[3]Paena, M., Suhaimi, R. A., & Undu, M. C. (2015). Analisis konsentrasi oksigen terlarut (DO), pH, salinitas dan suhu pada musim hujan terhadap penurunan kualitas air perairan Teluk Punduh Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. In Seminar Nasional Kelautan X: Sinegritas Teknologi dan Sumber Daya Kelautan untuk Mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.
[4] Tips Singkat Bertambak Udang di Musim Hujan. https://app.jala.tech/kabar_udang/tips-singkat-bertambak-udang-di-musim-hujan, Diakses pada 22 Maret 2022