Pemijahan Alami Ikan Lele

11 Jan 2022 10:48:28 | Dilihat 362 kali
Pemijahan ikan lele (Clarias sp) dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu: pemijahan alami (natural spawning), pemijahan semi buatan (induced spawning) dan pemijahan buatan (induced / artificial breeding). Pemijahan alami diawali dengan memilih induk ikan lele yang matang gonad dan siap pijah, mempersiapkan kolam pemijahan lalu melepaskan pasangan induk ikan lele yang sudah matang gonad kedalam kolam. Ikan lele yang siap memijah akan melakukan pembuahan dengan sendiri karena proses pemijahan ikan lele secara alami dilakukan tanpa menggunakan hormon perangsang.

Kita harus memilih induk yang benar - benar matang gonad karena kunci keberhasilan dari pemijahan alami ikan lele adalah induk betina dan induk jantan. Ciri - ciri induk betina matang gonad yaitu lubang kelamin tampak agak membesar dan berwarna kemerahan, bagian perut tampak membesar ke arah anus dan terasa lembek, pergerakannya lamban dan jinak serta bobot tubuh telah mencapai 0,75 kg, sedangkan ciri - ciri induk jantan matang gonad yaitu alat kelamin tampak runcing dan berwarna kemerahan, perut ramping dan berwarna agak kemerah-merahan, pergerakannya lincah serta bobot tubuh telah mencapai 0,7 kg.
Berikut merupakan  langkah - langkah pemijahan alami ikan lele :
  1. Kolam pemijahan dengan ukuran panjang 2 - 3 meter dan kedalaman 1 meter dibersihkan dan dikeringkan.
  2. Kolam diisi air setinggi 40 cm, dan dimasukkan kakaban yang berfungsi sebagai media melekatnya telur.
  3. Seleksi induk jantan dan induk betina ikan lele yang sudah matang gonad, karena proses pemijahan secara alami benar-benar mengandalkan kematangan gonad induk lele. Induk yang dipilih harus memiliki ukuran bobot yang seimbang agar pemijahan berhasil dilakukan.
  4. Setelah induk selesai diseleksi dan kolam pemijahan sudah disiapkan, induk yang telah diseleksi dimasukkan ke dalam kolam satu persatu dengan perbandingan antara induk betina dan jantan adalah 1 : 1 atau 1 : 2.  Ketika memindahkan induk gunakan seser atau serokan, kolam pemijahan harus ditutup paranet untuk mencegah ikan loncat keluar kolam.
  5. Induk dimasukkan pada sore hari yaitu sekitar pukul 15.00 - 17.00, induk biasanya memijah sekitar pukul 23.00 hingga 05.00. 
  6. Biasanya proses pemijahan sudah selesai pada pagi hari sekitar pukul 04.00. Kakaban yang sudah ditempeli telur dipindahkan secara hati-hati ke dalam kolam penetasan yang telah disiapkan sebelumnya.
  7. Telur yang berhasil dibuahi berwarna transparan sedangkan yang gagal berwarna putih susu. 
  8. Telur yang telah dibuahi ditetaskan. Penetasan bisa dilakukan di kolam pemijahan ataupun di tempat lain seperti akuarium, fiberglass atau kolam terpal. Selama proses penetasan suplai oksigen (aerasi) harus dipertahankan dan suhu distabilkan pada kisaran 28-29oC. 
  9. Telur yang terbuahi akan menetas dalam 24 jam. Selama 3 - 4 hari larva yang menetas akan bertahan tanpa pakan karena masih memiliki kuning telur (yolk sac). Selanjutnya, larva diberi pakan berupa cacing sutera.
  10.  Induk segera diangkat dari kolam pemijahan setelah proses pemijahan selesai dan dimasukkan kedalam kolam pemeliharaan. (Baca juga: Pakan alami vs Pakan buatan)
Nanobubble untuk budidaya ikan lele
 

Penulis: Ayuniar Puteri
Editor: Afridha Setia Jayanti
Sumber
[1] Susanto, H.  2002.  Teknik Kawin Suntik Ikan Ekonomis.  PT. Penebar Swadaya, Jakarta.  98 hlm.
[2] BBPP. 2020. http://bbppkupang.bppsdmp.pertanian.go.id/blog/post/langkah-mudah-pemijahan-lele-secara-alami Diakses pada 20 Desember 2021
[4] BPTPB. 2019. http://bptpb.jogjaprov.go.id/pemijahan-ikan-lele/ Diakses pada 20 Desember 2021
[5] 2019. http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/74941/teknik-pemijahan-ikan-lele-secara-alami/ Diakses pada 20 Desember 2021