Nanobubble vs Kincir Air | Nanobubble vs Waterwheel

21 Jun 2022 11:48:47 | Dilihat 654 kali
Meskipun sama sama berperan dalam suplai oksigen terlarut ke dalam air, nanobubble dan kincir memiliki fungsi yang berbeda lho guys, sehingga kedua nya tidak bisa dijadikan sebagai substitusi satu sama lain. Pada dasarnya, suplai oksigen di tambak dapat dilakukan dengan dua cara yakni aerasi dan agitasi. Aerasi adalah penambahan gas O2 pada kolam dengan bantuan aerator sedangkan agitasi adalah penambahan gas O2 pada air dengan mekanisme pencampuran/pengadukan. Oleh karenanya, nanobubble dan kincir air berdampingan untuk menghasilkan kualitas air yang baik.

Fungsi Kincir Air
Kincir air bekerja dengan menimbulkan pergerakan air yang akan menghasilkan semburan aliran dengan percikan air yang kuat. Hal tersebut menciptakan gelembung udara ke dalam air dan membentuk sistem aerasi secara mekanis. Namun DO yang dihasilkan melalui proses ini akan rendah karena udara bebas hanya mengandung sekitar 21% oksigen. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen di tambak maka kita akan memerlukan kincir dalam jumlah yang banyak. Penentuan jumlah kincir air pada tambak budidaya dapat didasarkan pada padat tebar, kadar oksigen perairan, serta carrying capacity tambak.
 
Selain menambah DO, fungsi lain dari penggunaan kincir yang tak kalah penting yaitu pengadukan atau pencampuran untuk homogenisasi parameter kualitas air selama periode budidaya. Penggunaan kincir air pada tambak juga berfungsi sebagai perekayasa arus untuk mengumpulkan lumpur dan limbah sisa pakan menuju central drain sehingga mempermudah dalam proses pembersihan dasar kolam, evaporasi gas-gas beracun, pengadukan untuk distribusi vertikal plankton pada siang hari dan membantu pada proses pemupukan air.

Fungsi Nanobubble
Nanobubble merupakan mesin aerator modern yang telah diaplikasikan dalam berbagai bidang. Gelembung berukuran nano yang dihasilkan mesin ini tentunya dapat memenuhi kebutuhan DO di perairan kolam atau tambak. Berbicara nano, gelembung ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan gelembung makro dan mikro yakni ukurannya yang nano membuat lebih stabil di dalam air, tidak mudah pecah ataupun naik ke permukaan. Hal ini membuat konsentrasi DO di tambak bertahan lama bahkan dapat bertahan hingga beberapa hari pada konsentrasi tertentu.

Dengan terpenuhinya kebutuhan oksigen terlarut, kualitas air dalam tambak meningkat yang menyebabkan hewan budidaya lebih nyaman di dalamnya. Tingkat oksigen yang tinggi juga terbukti menginduksi autolisis bakteri, meningkatkan reaksi lisis biologis, dan mengurangi produksi lumpur pada kolam. Kondisi tersebut menghasilkan penurunan total bakteri vibrio dan infeksi pada udang. Disamping itu, penggunaan nanobubble dapat mengefisiensikan penggunaan pakan, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa komoditas budidaya tidak dapat mencerna makanan dalam tingkat DO rendah, sebab oksigen memainkan peran penting dalam metabolisme. 

DO output mesin nanobubble yang mencapai 23 ppm membuat pembudidaya tidak usah khawatir terhadap deplesi oksigen di malam hari. Penggunaan nanobubble pada tambak dapat mengurangi jumlah kincir karena kebutuhan oksigennya telah terpenuhi oleh mesin nanobubble. Nah pengurangan jumlah kincir ini dapat mengurangi jumlah penggunaan listrik yang menjadi cost cukup besar bagi petambak. (Baca Juga: https://nanobubble.id/blog/aerasi-nanobubble-dan-efeknya-pada-pertumbuhan-biofilm)
Penulis             : Zakia Dwi Puspa Ramadina

Editor              : Afridha Setia Jayanti

Nanobubble vs Waterwheel
Even though they both play a role in the supply of dissolved oxygen into the water, nanobubbles and waterwheels have different functions, so they cannot be used as substitutes for each other. The oxygen supply in ponds can be done in two ways, namely aeration, and agitation. Aeration is the addition of O2 gas in the pond with the help of an aerator, while agitation is the addition of O2 gas to the air by a mixing/stirring mechanism. Therefore, nanobubble and waterwheels produce good water quality.

Waterwheels Function
The waterwheel works by causing the movement of water which will produce jets of flow with strong splashes of water. This creates air bubbles into the water and forms a mechanical aeration system. However, the DO produced through this process will be low because the free air only contains about 21% oxygen. To fulfill the need for oxygen in the pond, we will need a large number of waterwheels. Determination of the number of waterwheels in aquaculture ponds can be based on stocking density, water oxygen content, and pond carrying capacity.

In addition to adding DO, another function of the use of a mill that is no less important is stirring or mixing to homogenize water quality parameters during the culture period. The use of the waterwheel in the pond also functions as a flow engineer to collect sludge and feed waste to the central drain to facilitate the process of cleaning the bottom of the pond, evaporation of toxic gasses, stirring for the vertical distribution of plankton during the day and assisting in the water fertilization process.

Nanobubble Function
Nanobubble is a modern aerator machine that has been applied in various fields. The nano-sized bubbles produced by this machine can certainly meet the DO needs in pond or pond waters. Speaking of nano, these bubbles have several advantages over macro and microbubbles, namely the nano-size makes them more stable in water, not easy to break or rise to the surface. This makes DO concentrations in ponds last for a long time and can even last up to several days at certain concentrations.

With the fulfillment of the need for dissolved oxygen, the quality of the water in the pond increases which makes the aquaculture commodity more comfortable in it. High oxygen levels have also been shown to induce bacterial autolysis, increase biological lysis reactions, and reduce sludge production in ponds. These conditions resulted in a decrease in total vibrio bacteria and infection in shrimp. In addition, the use of nanobubbles can streamline the use of feed, several studies have shown that aquaculture commodities cannot digest food in low DO levels, because oxygen plays an important role in metabolism.

The DO output of the nanobubble machine which reaches 23 ppm makes aquaculturists not have to worry about oxygen depletion at night. The use of nanobubbles in ponds can reduce the number of waterwheels because their oxygen needs have been fulfilled by the nanobubble machine. Now, reducing the number of water wheels can reduce the amount of electricity used which is a fairly large cost for aquaculturists.

Writer             : Zakia Dwi Puspa Ramadina

Editor              : Afridha Setia Jayanti
Sumber (Sources):
Igna. 2018. Kincir Air Tambak dan Kegunaannya. https://www.isw.co.id/post/2018/01/22/kincir-air-aerator-bagi-tambak-dan-kegunaannya, diakses pada 20 Mei 2022.
Wafi et al. 2020. Tingkat Transfer Oksigen Kincir Air Selama Periode Blind Feeding Budidaya Intensif Udang Putih (Litopenaeus vannamei). Journal of Fisheries and Marine Research, 4(1): 7-15.
Mengurangi Bakteri Vibrio dengan Nanobubble.https://nanobubble.id/blog/mengurangi-bakteri-vibrio-dengan-teknologi-nanobubble, diakses pada 24 Mei 2022.
Mengapa FCR penting? https://nanobubble.id/blog/Mengapa-FCR-Penting, diakses pada 24 Mei 2022.