Hidroponik Melon di Semarang

17 Okt 2022 11:32:56 | Dilihat 1806 kali
Pertanian dan perkebunan sangat identik dengan dataran tinggi karena kebanyakan orang akan menanam buah dan sayuran di daerah pegunungan. Namun hal tersebut berbeda dengan apa yang dilakukan sebuah Greenhouse di Semarang. Laguna Greenhouse Farming terletak di dataran rendah tepatnya daerah Semarang yang mana cukup dekat dengan wilayah pesisir. Berdiri sekitar 5 tahun lalu, Laguna Greenhouse Farming awalnya berada di kota Kudus dan kemudian membuka cabang di Semarang kota. 

Menurut Rangga, salah satu owner Laguna, perjalanannya cukup panjang sebelum akhirnya memutuskan untuk membuat greenhouse. Pertanian diawali dengan lahan terbuka selama 2 tahun. Setelah dijalani secara tradisional, ternyata terlalu banyak variabel yang harus diperhatikan dan distabilkan. Dengan Greenhouse, variabel-variabel tersebut menjadi lebih mudah dikondisikan. 

Jenis-Jenis Melon
Laguna Greenhouse Farming memilih melon premium sebagai jenis buah yang ditanam mengingat cukup tingginya investasi di greenhouse dengan teknologi yang relevan. Jenis melon yang dibudidayakan di greenhouse ini cukup banyak dan biasanya disesuaikan dengan permintaan dari pasar. Untuk saat ini, produksi massal nya berupa melon asia, yakni jenis hamigua. Ada 2 jenis melon hamigua yang sedang dibudidayakan Laguna yakni king hamigua dan hamigua biasa. Perbedaan kedua jenis ini bisa dilihat dari ukuran dan tekstur buahnya. Selain hamigua, ada juga melon honey white yang memiliki warna fisik putih di luar dan dalamnya berwarna orange.

Market Pasar Melon Laguna Greenhouse Farming
Laguna Greenhouse saat ini memasarkan produk nya ke supermarket modern di Indonesia seperti Superindo, Farmers, dan online marketplace. Kebun hidroponik seluas 1 ha di Semarang ini ternyata belum mampu memenuhi semua kebutuhan pasar yang sangat besar. “Kalo kita mau ngomongin satu brand supermarket, produk kita bisa habis diserap satu vendor saja”, ujar rangga.

Waktu panen melon-melon ini bergantung varietas dengan kisaran 55 - 80 hari. Menurut Rangga, melon yang dibudidaya di dataran rendah memiliki waktu panen lebih singkat dibanding dataran tinggi. Dalam satu tahun, Laguna Greenhouse Farming ini bisa panen hingga 6 siklus. 

Tantangan Hidroponik Melon
Selain teknologi, human resource menjadi tantangan paling besar dalam budidaya melon di Laguna Greenhouse Farming. Di Indonesia sendiri, pendidikan pertanian biasanya lebih cenderung ke general knowledge sehingga aplikasi di lapangan yang spesifik untuk tanaman melon ini perlu training.  Pekerja di Laguna Greenhouse Farming dituntut untuk dapat menganalisa, mengumpulkan data dan mencari solusi dari setiap masalah tanaman yang ada. Mereka mengibaratkan Laguna Greenhouse ini sebagai rumah sakit dan tanaman-tanaman nya sebagai pasien. Ada sekitar 24.000 tanaman di Laguna Greenhouse Farming Semarang yang harus dirawat dengan sepenuh hati agar bisa menghasilkan melon dengan kualitas terbaik. 

Faktor lain yang menjadi tantangan hidroponik melon ini yaitu faktor lingkungan berupa hama. Penanggulangan masalah hama di dalam greenhouse tidak bisa disamakan dengan lahan terbuka karena kondisi greenhouse yang tertutup dan sirkulasi udara yang kecil tidak seperti pada lahan terbuka bisa membahayakan tanaman yang ada.

Metode Hidroponik di Laguna Greenhouse Farming
Hidroponik di Semarang ini menggunakan media air sebagai media tanamnya atau biasa dikenal water culture dengan metode DFT. Sistem DFT (Deep Flow Technique) yang diterapkan didukung oleh teknologi modern nanobubble untuk meningkatkan oksigen terlarut dalam air. Jika oksigen terlarut rendah, akar kehilangan kemampuannya untuk menyerap nutrisi dan timbulnya bakteri jahat yang menyebabkan pembusukan di akar. DO yang tinggi akan meningkatkan kesehatan akar buah melon. Dengan panasnya kota Semarang, penggunaan mesin nanobubble dapat meningkatkan DO pada media kultur 7 - 8 ppm di siang hari yang suhunya bisa mencapai 35 - 37 °C.

(Baca juga : Budidaya Hidroponik)

Penulis         : Zakia Dwi Puspa Ramadina
Editor          : Afridha Setia Jayanti
 
Sumber :
Rangga. 2022. Hidroponik Melon Laguna Greenhouse Farming menggunakan Nanobubble. Interview. Semarang.