Cara Meningkatkan Produktivitas Udang | How to Increase Shrimp Productivity

02 Mar 2022 12:10:03 | Dilihat 716 kali
Udang merupakan salah satu komoditas unggulan yang terus dikembangkan karena telah terbukti dapat menghasilkan devisa negara yang cukup besar. Udang merupakan salah satu primadona ekspor Indonesia.  Berdasarkan data KKP pada tahun 2020, udang merupakan komoditas ekspor paling besar dengan volume ekspor mencapai  239,28 juta kg dengan nilai US$2,04 miliar. Mengingat potensinya yang tinggi, maka kita harus meningkatkan produktivitas komoditas udang. Lalu apa sajakah cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas udang? 

1. Meningkatkan Padat Tebar
Kepadatan tinggi akan meningkatkan produktivitas udang. Sistem budidaya intensif dengan padat tebar tinggi akan menghasilkan jumlah produktivitas udang lebih tinggi dan juga lebih efisien dalam memanfaatkan kapasitas lingkungan media pemeliharaan dibandingkan sistem ekstensif. 
Meskipun kepadatan tinggi dapat meningkatkan produktivitas, namun jika kualitas air tidak sesuai dengan standar untuk budidaya tentu akan menyebabkan kematian dan akhirnya kerugian dalam usaha budidaya. Salah satu teknik untuk mengatasi persoalan itu, adalah pengelolaan kualitas air yang baik. Dengan pengelolaan yang baik, kualitas air selama budidaya akan sesuai standar dan dapat meningkatkan produktivitas tambak.

2
Mengelola Kualitas Air
Faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya kelulushidupan dalam budidaya adalah faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik diantaranya adalah sifat fisik suatu perairan atau sering disebut dengan kualitas air. Kualitas air yang baik akan menyebabkan proses fisiologi dalam tubuh biota berjalan dengan baik, sehingga mendukung pertumbuhan dan tingkat kelulushidupan biota. Parameter-parameter yang digunakan sebagai indikator kualitas air, adalah oksigen terlarut (DO), pH, suhu, kecerahan, salinitas, ammonia, dan nitrit.
Salah satu kualitas air yang sangat penting dalam budidaya udang dengan kepadatan tinggi (intensif) adalah oksigen terlarut. Oksigen terlarut atau Dissolved Oxygen adalah jumlah oksigen yang tersedia dalam suatu perairan. Oksigen terlarut di perairan digunakan untuk proses metabolisme, respirasi, degradasi bahan organik maupun anorganik dan pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan. Kualitas air akan semakin baik jika jumlah oksigen terlarut di perairan berjumlah banyak.

3. 
Manajemen Lingkungan Budidaya
Manajemen lingkungan budidaya yang baik untuk budidaya udang intensif memiliki konsep low volume high density. Budidaya intensif memiliki padat tebar tinggi, produktivitas tinggi, beban limbah minimal, memiliki tandon air bersih dan petak pengolah buangan air hasil samping selama proses budidaya. Lingkungan budidaya yang terkontrol dengan manajemen limbah budidaya yang baik diharapkan menjadi suatu sistem budidaya udang yang produktif, menguntungkan, dan berkelanjutan.

4. 
Penerapan Teknologi Tepat Guna
Teknologi Aerasi Modern (nanobubble.id) dapat meningkatkan oksigen terlarut secara signifikan pada tambak/kolam. Nanobubble menghasilkan gelembung udara berukuran nano (70-200 nm), karena ukuran gelembungnya sangat kecil maka nanobubble tidak mudah pecah dan sangat stabil sehingga akan tetap terendam di bawah air untuk waktu yang lama. Hal tersebut efektif untuk menjaga kandungan oksigen terlarut pada kolam. Nanobubble juga memiliki muatan ion negatif yang dapat meningkatkan daya tahan dan imunitas komoditas budidaya seperti ikan dan udang sehingga tidak mudah terserang penyakit.

Nanobubble Solusi dari Kepadatan Tinggi dan Kualitas Air Tambak
Oksigen terlarut di dalam tambak dapat ditingkatkan secara signifikan menggunakan aerator Nanobubble. Nanobubble mampu menghasilkan gelembung udara berukuran nano (70-200 nm), karena ukurannya sangat kecil, nanobubble tidak mudah pecah dan sangat stabil berada di dalam air untuk waktu yang lama. 

Nanobubble dapat meningkatkan tebaran dan hasil produksi udang hingga dua kali lipat karena terjadi peningkatan kadar oksigen terlarut. Terbukti dengan penerapan Nanobubble di kolam bundar Cidaun yang dapat menghasilkan panen parsial sebanyak 250 kg dengan tebaran awal 680 ekor/m2 pada siklus ketiga. Nanobubble sangat efektif dalam meningkatkan produktivitas panen tambak udang Cidaun.
(Baca juga: Meningkatkan Produktivitas Tambak Udang Vaname dengan Teknologi Nanobubble)


Penulis : Ayuniar Puteri
Editor : Zakia Dwi Puspa R

English Version

 
How to Increase Shrimp Productivity

Shrimp is one of the leading commodities that continues to be developed because it has been proven to be able to generate substantial foreign exchange for the country. Shrimp is one of the prima donna of Indonesian exports. Based on KKP data in 2020, shrimp is the largest export commodity with an export volume of 239.28 million kg with a value of US$ 2.04 billion. Given the high potential, we must increase the productivity of shrimp commodities. Then what are the ways that can be used to increase shrimp productivity?

1. Increase Stocking Density
High density will increase shrimp productivity. Intensive culture systems with high stocking densities will result in higher shrimp productivity and also be more efficient in utilizing the environmental capacity of the rearing media than extensive systems.
Although high density can increase productivity, if the water quality is not according to the standards for aquaculture, it will certainly cause death and ultimately loss in aquaculture. One technique to overcome this problem is good water quality management. With good management, water quality during the culture process will be according to the standards and can increase pond productivity. 

2. 
Managing Water Quality
Factors that affect the level of survival in culture are abiotic and biotic factors. Abiotic factors include the physical properties of waters or often referred to as water quality. Good water quality will cause the physiological processes in the body of the biota to run well, thus supporting the growth and survival rate of the biota. The parameters used as indicators of water quality are dissolved oxygen (DO), pH, temperature, brightness, salinity, ammonia, and nitrite.
One of the most important water qualities in high density (intensive) shrimp culture is dissolved oxygen. Dissolved Oxygen is the amount of oxygen available in water. Dissolved oxygen in the water is used for metabolic processes, respiration, degradation of organic and inorganic materials and the exchange of substances which then produce energy for growth and reproduction. Water quality will be better if the amount of dissolved oxygen in the water is large.

3. Culture Environmental Management
Management of a good aquaculture environment for intensive shrimp farming has the concept of low volume high density. Intensive culture has high stocking density, high productivity, minimal waste load, has clean water reservoirs and treatment plots for waste water by-products during the culture process. A controlled aquaculture environment with good aquaculture waste management is expected to become a productive, profitable, and sustainable shrimp farming system.

4. Application of Appropriate Technology
Modern Aeration Technology (nanobubble.id) can significantly increase dissolved oxygen in ponds. Nanobubble produces nano-sized air bubbles (70-200 nm), because the bubble size is very small, the nanobubble is not easily broken and is very stable so that it will remain submerged under water for a long time. This is effective for maintaining the dissolved oxygen content in the pond. Nanobubble also have negative ionic charges that can increase the resistance and immunity of aquaculture commodities such as fish and shrimp so they are not susceptible to disease.

Nanobubble is Solution from High Density and Water Quality
Dissolved oxygen in ponds can be increased significantly using a Nanobubble aerator (nanobubble.id). Nanobubble is able to produce nano-sized air bubbles (70-200 nm), nanobubbles are not easily broken and are very stable in water for a long time because they are very small.
Nanobubble can increase oxygen levels so that it can increase stocking density and shrimp productivity. It is proven by the application of Nanobubble in the Cidaun circular pond which can produce a partial harvest of 250 kg with an initial stocking of 680 fish/m2 in the third cycle. Nanobubble is very effective in increasing harvest productivity of Cidaun shrimp ponds.

Writer : Ayuniar Puteri
Editor : Zakia Dwi Puspa R

Sumber (Sources) :
[1] Maarif, M. S., & Somamiharjo, A. (2000). Strategi Peningkatan Produktivitas Udang Tambak.
[2] Fuady, M. F., & Nitisupardjo, M. (2013). Pengaruh pengelolaan kualitas air terhadap tingkat kelulushidupan dan laju pertumbuhan udang vaname (Litopenaeus vannamei) di PT. Indokor Bangun Desa, Yogyakarta. Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES), 2(4), 155-162.
[3] Novriadi, R., Alfitri, K. N., Supriyanto, S., Kurniawan, R., Deendarlianto, D., Rustadi, R., ... & Rahardjo, S. (2020). Pengaruh Padat Tebar dan Penggunaan Injektor Venturi terhadap Laju Pertumbuhan Udang (Litopenaeus Vannamei) dalam Bak Beton. Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada, 22(2), 141-147.
[4] Prabowo, W. T., Subaidah, S., & Nawawi, R. W. P. Aplikasi Sistem Aerasi pada Pendederan Udang Vaname dengan Kepadatan Tinggi untuk Meningkatkan Tingkat Kelangsungan Hidup.
[5] Mardhiya, I. R., Surtono, A., & Suciyati, S. W. (2018). Sistem akuisisi data pengukuran kadar oksigen terlarut pada air tambak udang menggunakan sensor dissolved oxygen (DO). Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika, 6(1), 133-140.
[6] Syah, R., Makmur, M., & Fahrur, M. (2017). Budidaya udang vaname dengan padat penebaran tinggi. Media Akuakultur, 12(1), 19-26.
[7] Produksi Udang Indonesia ditargetkan tembus 2 juta ton di 2024 https://katadata.co.id/maesaroh/berita/61af151e26b18/produksi-udang-indonesia-ditargetkan-tembus-2-juta-ton-di-2024. Diakses pada 14 Februari 2022.