Cara Mengatasi Kualitas Air Tambak yang Buruk

05 Des 2022 11:32:11 | Dilihat 385 kali
Budidaya adalah suatu proses kegiatan memanfaatkan serta mengembangkan sumber daya yang dilakukan oleh manusia. Kegiatan budidaya ini memanfaatkan modal, teknologi, tenaga, usaha ataupun sumber daya lainnya agar dapat menghasilkan produk yang dapat memenuhi kebutuhan manusia.

Lingkungan tambak sebagai media akuakultur memiliki peran besar dalam mendukung keberhasilan budidaya udang. Kualitas air adalah aspek paling penting yang menentukan baik buruknya kehidupan udang. Aspek ini dipengaruhi unsur-unsur “limnologis” seperti temperatur, oksigen, dan pH. Pemantauan kualitas air harus dilakukan secara teratur untuk memastikan udang tumbuh dalam keadaan optimal. 

Penyebab menurunnya kualitas air tambak
Budidaya udang terutama yang dikelola secara semi intensif dan intensif mempunyai permasalahan yang cukup serius mengenai degradasi kualitas air. Kepadatan penebaran (stocking density) dan input pakan yang tinggi menyebabkan tingginya limbah yang dihasilkan, baik limbah tersuspensi maupun yang mengendap di dasar kolam. Degradasi kualitas air selama proses budidaya juga disebabkan oleh rendahnya efisiensi pakan. Pakan yang diberikan pada udang, hanya 85% yang terkonsumsi, 15% tidak termakan sementara dan 20% terbuang dalam bentuk feses. Kandungan protein yang tinggi pada pakan udang (>30%) berdampak pada tingginya kandungan nitrogen anorganik pada limbah yang dihasilkan. 

 
Sumber : Supono, 2018
 
Sisa pakan dan kandungan feses dari udang menjadi faktor utama yang membuat kualitas air menurun sehingga menyebabkan udang mengalami kekurangan oksigen dan mudah terjerat penyakit. Udang rentan terkena penyakit ketika dalam kondisi tubuh yang lemah.

Cara Mengatasi Kualitas Air Tambak yang Buruk
Water treatment adalah salah satu langkah penting diantara langkah-langkah budidaya udang lainnya. Kualitas air yang fluktuatif akan membuat udang mudah mengalami stress akibat kondisi yang abnormal sehingga meningkatkan mortalitas.

Pengelolaan kualitas air pada tambak budidaya dapat dilakukan dengan melalui beberapa cara yakni :
  1. Tandon Sterilisasi
Sterilisasi tandon bertujuan untuk menghilangkan kontaminan dan komponen yang tidak diperlukan. Sistem tandon merupakan sistem filterisasi air sebelum masuk ke tambak pembesaran. Tersedianya tandon berfungsi untuk memperbaiki kualitas air dengan cara pengendapan untuk menurunkan bahan organik dan mencegah karier udang liar. 
 
  1. Penggunaan Kincir Air
Kincir air dapat membantu proses pencampuran karakteristik antara perairan tambak lapisan atas dan bawah, membantu pemupukan air dan membantu mengarahkan kotoran di dasar tambak ke arah pembuangan. Hal tersebut akan memudahkan proses pembersihan pada tambak budidaya.
 
  1. Pergantian air secara berkala
Pergantian air secara berkala dilakukan untuk menghindari stress pada udang dan kematian massal plankton. Cara pergantian air disarankan dengan menambahkan air baru terlebih dahulu kemudian dihomogenkan menggunakan kincir air sebelum akhirnya dilakukan pembuangan air yang berada pada bagian dasar tambak. Air baru yang ditambahkan harus sudah melalui proses sterilisasi dan dengan parameter yang sesuai.

Pergantian air terutama harus dilakukan ketika banyaknya udang yang mengambang di pagi hari, kadar amonia yang tinggi, warna air terlihat keruh, adanya busa di permukaan air dan fluktuasi pH akibat terjadinya hujan.
 
  1. Tingkatkan DO dengan Nanobubble
Nanobubble berperan sebagai penyuplai oksigen di dalam air sehingga nilai DO menjadi stabil dan kualitas air menjadi lebih baik. DO output up to 25 ppm dapat memenuhi kebutuhan oksigen di tambak dan meminimalisir terjadinya deplesi di malam hari. Selain menambah DO, gelembung nano mampu menghilangkan virus dan bakteri selama proses budidaya, meningkatkan pertumbuhan serta mengefisiensikan penggunaan pakan.

Baca Juga: Mengurangi Bakteri Vibrio dengan Teknologi Nanobubble

Penulis             : Novita Sri Andini
Editor              : Zakia Dwi Puspa Ramadina

Sumber:
[1] Supono, S., 2018. Manajemen Kualitas Air untuk Budidaya Udang.
[2] Fahrizki, et al. 2015. Uji toksisitas Bahan Aktif  Niklosamida terhadap Crustacea for Water Treatment dalam Budidaya Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei). Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 15 (2): 191-199.
[3] Khasani, I. 2008. Upaya peningkatan produktivitas dalam usaha pembesaran udang galah (Macrobrachium rosenbergii De Man). Media Akuakultur, 3(1), pp.25-30.
[4] Zulfikar. 2020. Mengganti Air, Meningkatkan Kualitas Air. diakses pada 01 Desember 2020.