Budidaya Nila Kolam Terpal

12 Mar 2021 15:32:05 | Dilihat 400 kali
Ikan nila adalah ikan air tawar yang umum dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Nama latin dari ikan ini adalah Oreochromis niloticus. Ikan nila merupakan ikan yang cukup toleran terhadap kondisi lingkungan jika dibandingkan dengan ikan lain serta pertumbuhannya yang tergolong cepat dibandingkan sebagian besar ikan-ikanan. Ikan nila memiliki permintaan yang tinggi baik untuk konsumsi lokal, bahan baku pabrik pengolahan ikan, maupun ekspor ke luar negeri. Hal ini menjadikan bidang budidaya ikan nila memiliki prospek usaha yang baik. 
 
Ikan nila banyak dibudidayakan di kolam-kolam tradisional di berbagai daerah. Daerah penghasil ikan nila terbesar di Indonesia yakni Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, dan Sumatera Utara (KKP, 2017). Budidaya ikan nila tidak melulu harus di kolam yang besar, Anda dapat melakukan budidaya ikan nila dengan menggunakan sistem kolam terpal bundar (bioflok). 
 
Budidaya ikan dengan sistem super intensif seperti bioflok cukup banyak digemari praktisi akuakultur. Sistem budidaya ikan super intensif dapat berupa kolam berbentuk bundar yang terbuat dari terpal serta kerangka luar kolam. Potensinya untuk digunakan dalam padat tebar yang tinggi serta efisiensi dalam penggunaan luas lahan menjadi salah satu daya tarik dari akuakultur super intensif. Kini, banyak di perkotaan atau pemilik lahan sempit/terbatas yang menggunakan sistem kultur bioflok atau kolam terpal untuk budidaya ikan, seperti ikan nila. 
 
Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Survival rate (SR) atau tingkat kelangsungan hidup ikan mampu mencapai hingga 90% dengan menggunakan sistem bioflok. Pemberian pakan dinilai lebih hemat serta padat tebar yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan sistem budidaya konvensional. 

Hal yang perlu diperhatikan budidaya nila kolam terpal
Kolam terpal termasuk dalam sistem tertutup yang mana perlu pengaturan tertentu ketika melakukan budidaya. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya nila kolam terpal, antara lain:

1. Kualitas air
Padat tebar yang tinggi perlu disokong dengan kualitas air yang baik, manajemen aerasi dan sirkulasi air kolam harus dilakukan dengan optiimal agar kualitas air kolam terkendali. Penggunaan mesin aerator, mesin nanobubble, oksigen generator, dan sistem pengendali kualitas air lainnya penting dalam pengaturan kualitas air kolam terpal. Penting bagi Anda untuk mengontrol parameter kualitas air yang lainnya juga seperti pH, oksigen terlarut, suhu dan lain sebagainya.

2. Manajemen pakan
Manajemen pakan yang baik perlu diterapkan ketika melakukan budidaya di kolam terpal atau bioflok. Apabila Anda memberikan pakan berlebihan, sisa pakan dapat meningkatkan kadar amonia pada air. Amonia pada kolam dapat disebabkan karena akumulasi sisa pakan dan juga feses dari ikan. Kadar amonia yang berlebih akan menyebabkan penurunan kualitas air kolam.
 
Sistem bioflok dapat membantu pertumbuhan serta proses produksi ikan, terutama untuk lahan terbatas atau produksi secara indoor. Bioflok dapat digunakan untuk membudidayakan jenis ikan herbivora ataupun omnivora, seperti ikan nila, ikan lele, udang, dan lain-lain.

Sumber:
Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. (2019). Pembudidaya Rasakan Manfaat yang Berlipat dari Budidaya Nila Sistem Bioflok. Refers from: kkp.go.id 

M.E. Azim; D.C. Little (2008). The biofloc technology (BFT) in indoor tanks: Water quality, biofloc composition, and growth and welfare of Nile tilapia (Oreochromis niloticus). , 283(1-4), 0–35.

Rosagast, M. (2012). Tilapia Fish Farming: Practical Manual. United States: Createspace Independent Pub